Macam-macam Padewasan Bidang Pertanian

Diawali dengan mantra yang terdapat dalam Rgveda tersebut di atas, sebagai pemujaan kepada Tuhan sebagai penguasa Sinar dan pemberi kebahagiaan pada segala musim karena Tuhanlah sebagai penguasa dan sang pengendali dari musim tersebut. Demikian pula halnya dalam bidang pertanian, musim tanam sangat ditentukan dari padewasan. Karena tanaman akan berhasil dengan baik apabila jenis tanaman tepat dan cocok dengan musim pada saat tersebut.
Macam-macam Padewasan Bidang Pertanian
Image: phost
Sistem pertanian dalam ajaran Hindu bukanlah suatu hal yang baru, karena perkembangan agama Hindu di Indonesia tidak lepas dari sejarah perkembangan agama Hindu di daerah asalnya India. Sebelum pengaruh agama Hindu dan Buddha datang, kepercayaan tradisional masyarakat Indonesia telah mengenal pemujaan terhadap unsur-unsur alam termasuk benda-benda angkasa seperti matahari, bulan dan bintang. Sebagai masyarakat agraris yang relegius terbangun sebuah keyakinan bahwa keberhasilan yang diperoleh tidak lepas dari pengaruh-pengaruh di luar dirinya. Sehingga untuk mendapatkan hasil yang baik tidak lepas dari usaha realitas di luar dirinya. Mencari hari baik (dewasa ayu), serta melakukan kegiatan ritual sebagai salah satu “resep” jitu untuk menopang keberasilan dalam aktivitas kehidupan.

Sebelum dikenalnya sistem penanggalan seperti dalam kelender yang ada saat ini, dalam menentukan hari baik mereka selalu berpatokan pada munculnya benda-benda langit (bintang) serta posisi bumi, bulan dan matahari. Hal ini digunakan untuk menentukan hari yang baik dalam bercocok tanam, termasuk aktivitas religi.

Jika bintang Wuluku/tenggala (orion) berada tepat di atas, dua dari bintangnya berada di posisi barat dari garis tengah utara-selatan jam 18.00-20.23 (dauh wengi) nanceb masa : petani mulai menanam padi yang berumur 4 sampai 5 bulan, seperti padi ijo gading (4 bulan), pokal (4,5 bulan). Jatuh berkisar sasih Palguna-Caitra/ Kaulu-Kesanga (8-9) atau Januari-Pebruhari. Jika Bintang Karawika (Taurus) mulai terlihat di timur berkisar pukul 03.36-05.59 (dauh wengi) mabyan sawah, petani mulai menanam bawang, semangka, dan lain-lain. Jatuh berkisar sasih Shrawana-Bhadrapada/Kasa-Karo (1-2)/Juni-Juli.

Dasar pertimbangan dan landasan filosofi relegius tersebut, hingga kini diwarisi wariga yang berkaitan dalam bidang pertanian. Adapun beberapa contoh baik-buruknya hari dalam kaitannya bidang pertanian sebagai berikut : Bercocok tanam sesuai Sapta Wara.

a. Redite menanam tanaman yang beruas (sarwa buku)
b. Soma menanam tanaman yang berumbi (sarwa bungkah)
c. Anggara tanaman yang daunnya yang berfungsi, (sarwa daun)
d. Buddha menanam segala yang berbunga (sarwa sekar)
e. Wrhaspati menaman segala biji-bijian (sarwa wija)
f. Sukra nenanam segala buah (sarwa phala)
g. Saniscara menam tanaman merambat (sarwa melilit), (Sudirga dan Yoga Segara, 2014:107).

Hari baik menanam padi berdasarkan Sapta Wara, Panca Wara dan Wuku

a. Redite - Umanis - Merakih
b. Coma - Umanis - Tolu
c. Anggara - Umanis - Uye
d. Buddha - Umanis - Julungwangi
e. Wraspati - Umanis - Ugu
f. Sukra - Umanis - Langkir
g. Saniscara - Umanis - Watugunung

Pantangan menanam tanaman berdasarkan Sapta Wara, Panca Wara dan Wuku

a. Wrhaspati - Pon - Landep
b. Redite - Pon - Julungwangi
c. Soma - Pon - Dunggulan
d. Anggara - Pon - Langkir
e. Budha - Pon - Pujut
f. Wrhaspati - Pon - Krulut
g. Wraspati  - Pon - Tambir,  (Sudirga dan Yoga Segara, 2014:108).

Referensi:

Sudirga, Ida Bagus dan Yoga Segara, I Nyoman. 2014. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti                 Untuk SMA/SMK Kelas X (cetakan ke-1). Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan,
           Balitbang, Kemdikbud.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Macam-macam Padewasan Bidang Pertanian"

Post a Comment