Dampak Padewasan dalam Membentuk Sikap Keagaamaan

MUTIARAHINDU.COM -- Dalam pandangan ahli spiritual setiap fenomena alam memiliki rahasia dan akan mencerminkan watak (karakter) tersendiri. Termasuk fenomena perubahan “hari” dalam sistem penanggalan. Mengapa bisa demikian? Dikarenakan gerakan bumi tidak pernah berhenti, maka setiap detik posisinya berubah. Untuk kembali pada posisi yang sama, membutuhkan siklus waktu tertentu. Siklus jam, siklus hari, bulan, tahun, pasaran (Legi, Pon dsb), Wuku dan lain sebagainya. Pada intinya setiap siklus berhubungan dengan posisi orbit bumi.
Dampak Padewasan dalam Membentuk Sikap Keagaamaan
Image; dediaprilianta
Dengan latar belakang tersebut, maka kelahiran manusia dan kejadian di alam semesta ini (misalnya musim) dengan sendirinya akan menempati salah satu siklus diantara siklus-siklus yang ada. Misalnya manusia yang dilahirkan pada hari Senin, akan masuk ke dalam siklus Senin yang telah dihuni oleh banyak orang sebelumnya, yang lahir pada hari yang sama. Oleh karena itu secara umum mereka menjadi satu wadah yang bernama siklus. Maka berdasarkan ‘Ilmu Titen’ atau ilmu hasil dari mengenali / mengamati dan terus berlangsung turun-temurun, watak seseorang atau pergerakan alam secara garis besar dapat dikenali bahkan diprediksi, (Sudirga dan Yoga Segara, 2014:108).

Agama adalah kebenaran dan kebaikan. Orang-orang yang berpegang teguh padanya akan terimbas oleh kebenaran dan kebaikan agama. Padewasan adalah salah satu cara untuk menjalankan ajaran agama yang berkaitan dengan aktivitas keagamaan, termasuk kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan kehidupan, sehingga pengaruh dari pemahaman terhadap padewan berdampak pada prilaku agama yang semakin konsisten serta pengamalan agama yang semakin intensif. Kekuatan agama terhadap diri manusia terlihat dari berbagai dimensi kehidupan manusia dalam membentuk sikap keagamaan.

Ada beberapa dampak dari pemahaman padewasan yang dapat membentuk sikap keagamaan antara lain:
  1. Dampak moral yaitu salah satu kencendrungan mengembangkan perasaan bersalah ketika manusia berperilaku menyimpang dari hal-hal yang tertuang dalam padewasan.
  2. Dampak kognitif yaitu meningkatnya pemahaman dan keyakinan manusia, bahwa segala keberhasilan yang diraih oleh manusia tidak saja berasal dari dalam dirinya (usaha) tetapi ada suatu kekuatan yang berasal dari luar dirinya yang bersumber dari Tuhan, yang turut serta memberikan andil dalam keberhasilan tersebut.
  3. Dampak afektif yaitu pengalaman batin seseorang yang merupakan salah satu faktor yang ada dalam pengalaman setiap orang beragama. Sebagian orang mungkin mengganggap bahwa pelaksanaan upacara-upacara sesuai dengan padewasan sekedar serimonial saja, namun sebagian yang dengan khusuk berlandaskan keyakinan mencurahkan emosinya akan merasakan ketenangan dan kedamaian.
  4. Dampak psikomotor yaitu adanya kehati-hatian manusia dalam bertindak dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Dampak sosial yaitu dengan adanya pemahaman padewasan manusia selalu membangun hubungan sosial yang harmonis, bukan saja sesama manusia tetapi juga dengan Tuhan dan alam lingkungannya, (Sudirga dan Yoga Segara, 2014:109).


Referensi:


Sudirga, Ida Bagus dan Yoga Segara, I Nyoman. 2014. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti                 Untuk SMA/SMK Kelas X (cetakan ke-1). Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan,
           Balitbang, Kemdikbud.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dampak Padewasan dalam Membentuk Sikap Keagaamaan"

Post a Comment