Sloka-sloka Vibhuti Marga sebagai Tuntunan Hidup

MUTIARAHINDU -- Penggambaran sifat-sifat mulia dan agung dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa melebihi dari segala yang ada, merupakan ajaran Vibhuti Marga yang dapat berfungsi sebagai tuntunan hidup guna mewujudkan kesejahteraan dan kebahagia umat sedharma.
Sloka-sloka Vibhuti Marga sebagai Tuntunan Hidup
Foto: Mutiarahindu.com

Berbagai macam sloka berikut yang dikutip dari beberapa jenis kitab suci Veda dipercayai dapat mengilhami umat sedharma mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan hidup.

"Ucchantì yā kṛṇoṣi mamhanā mahi
prakhyai devi ṡvar ddaṡe
tasyate ratnabhaja imahe vayaṁ
syāma mātur na sūnavaá"

Terjemahannya:

"Engkaulah, dewi, fajar merekah, dengan kemuliaan-Mu bumi ini tampak dan kami dapat melihat langit, Engkaulah, yang membagikan batu permata, kami panjatkan doa kepada-Mu semoga kami bagi-Mu bagaikan seorang anak (yang cinta) kepada ibunya" (Ag Veda VII. 81. 4).


"Viṡvāni deva savitar duritāni parā suva, yad bhadraṁ tanna ā suva"

Terjemahannya:

"Ya Savita (Tuhan Yang Maha Cemerlang),
jauhkanlah segala kejahatan,
anugrahkanlah segala kebajikan kepada kami" (Ag Veda V. 82. 5)’.

“Ã viṡvadevaṁ satpatiṁ sūktairadya vṛnimahe, satyasavam savitāram”

Terjemahannya:

"Dengan lagu pujian kami pilih seluruh dewata, Dewa tertinggi untuk kebaikan, Savitar, yang hukumnya selalu benar" (Ag Veda V. 82. 7), (Mudana dan Ngurah Dwaja, 2014:70).

"vṛhatsumnaá prasavitā niveṡano
jagataá sthāturubhayasya yo vaṡi
sa no devaá savitā ṡarma yaccha
tvasme kṣayāya trivarutham aṁhasaá."

Terjemahannya:

"Tuhan yang Mahapengasih, yang memberi kehidupan pada alam dan menegakkannya. Ia yang mengatur baik yang bergerak dan yang tidak bergerak. Semoga Ia Savitar, memberikan rakhmat-Nya kepada kami. Untuk ketentraman hidup, dengan kemampuan melawan kekuatan jahat." (Ag Veda IV. 53. 6)


Dewa Surya disebut dengan sebutan Savita atau Savitar adalah sebagai dewa pencipta kehidupan yang ada di alam semesta, Maha Agung dan Mahakasih sebagai sumber kebajikan dan keindahan serta kebenaran. Pada dewa inilah semua makhluk berlindung beserta memohon agar dewa ini dapat memberikan ketentraman hidup dengan kekuatan untuk mampu melawan kejahatan.

Penggambaran sifat-sifat mulia dan agung dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa dapat dilakukan dengan berbagai macam simbol. Penggambaran tentang Tuhan Yang Maha Esa dilakukan untuk mempermudah umat memahami tentang sifat-sifat Tuhan yang maha, (Mudana dan Ngurah Dwaja, 2014:71).

Perenungan

"Yo dharta bhuvanam ya usranam apicya veda namani guhya, sa kavih kavya puru rupam dyairiva pusyati."

Terjemahannya:

"Ia yang menjadi pendukung hidup, yang mengetahui nama-nama sinar pagi yang penuh rahasia. Ia, penyanyi, pemelihara semua isi alam dengan kekuatan lagu-Nya, bahkan langit sekali pun" (Åg Veda VIII. 41-5).

Referensi

Mudana dan Ngurah Dwaja. 2014. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti. Jakarta: Kementerian             Pendidikan dan Kebudayaan.
Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti : Buku Siswa / Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan. -- Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014.vi, 190 hlm.; 25 cm
Untuk SMA/SMK Kelas XI
Kontributor Naskah  : I Nengah Mudana dan I Gusti Ngurah Dwaja.
Penelaah : I Wayan Paramartha. – I Made Sutrisna.
Penyelia Penerbitan  : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud
Cetakan Ke-1, 2014

Subscribe to receive free email updates: