Pengertian Niwrtti dan Prawrtti Marga Dalam Ajaran Agama Hindu

MUTIARAHINDU -- Agama Hindu mengajarkan kepada umatnya untuk meyakini Sang Hyang Widhi beserta manifestasi yang ada di mana-mana. Beliau dapat dipuja dengan berbagai macam cara, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai jenis kitab Veda. Disebut pula Sang Hyang Widhi bersemayan di alam semesta dan segala isinya. Sang Hyang Widhi menjiwai alam semesta beserta isinya. Oleh karena itu, Sang Hyang Widhi dapat dipuja di mana saja, dan dengan cara bagaimana pun juga sesuai petunjuk kitab sucinya, (Mudana dan Ngurah Dwaja, 2014:103).

Pengertian Niwrtti dan Prawrtti Marga Dalam Ajaran Agama Hindu
Foto: Mutiarahindu.com
Berdasarkan bunyi sloka di atas, kita tahu betapa Sang Hyang Widhi menemui tiap orang yang memohon karunia-Nya dan menerima mereka menempuh jalan-Nya. Tuhan tidak menghapus harapan tiap-tiap orang yang tumbuh menurut kodratnya, dan tidak berat sebelah/pilih kasih. Perbedaan terjadi di antara orang-orang, karena kepercayaan dengan cara dan jalan ibadat berbeda-beda. Masing-masing bertujuan memuja Tuhan, tetapi bukan merupakan pilihan-Nya.

Baca: Hidup Bermasyarakat Berdasarkan Ajaran Prawrtti Marga

Memuja Keagungan Tuhan

Agama Hindu mengajarkan memuja keagungan Tuhan dengan jalan melaksanakan upacara yajna, sembahyang, mendalami filsafah atau tattwa Agama Hindu, dan melakukan meditasi untuk dapat berhubungan dengan-Nya. Semua cara ini bertujuan untuk menuju Sang Hyang Widhi. Perbedaan di antara kita terjadi, dalam melaksanakan hubungan dengan Beliau adalah sebagai akibat dari masing - masing di antara kita masih belum memahami di bidang spiritual, untuk memuja-Nya. Marilah kita mendekatkan diri dan memuja Beliau untuk memohon anugrah-Nya dengan jalan atau cara menurut ajaran-Nya yang terdapat dalam kitab suci agama Hindu. Dalam kitab Agastya Parwa, disebutkan cara berhubungan dengan Sang Hyang Widhi sebagai berikut.

". . . lewih tekaò tapa sakiò yajña, Lewih tekaò yajña sakeò kirti, Ikaò tigaò siki prawåþti-kadharma òaran ika, Kunaò ikaò yoga yeka niwåþti kadharma òaranya".

Terjemahannya :

". . . adapun keutamaan daripada tapa atau pengendalian diri munculnya atau tumbuhnya dari yajña atau persembahan atau pemujaan, sedangkan keutamaan daripada yajña atau persembahaan/ pemujaan munculnya dari kirti atau kerja/ pengabdian, demikianlah ketiganya itu disatukan yang disebut, prawrtti-kadharman, tetapi mengenai ajaran yoga itu disebut dengan niwrtti-kadharman", (Mudana dan Ngurah Dwaja, 2014:104). 

Berdasarkan penjelasan sloka di atas yang dimaksud dengan kata Niwrtti dan Prawrtti Marga adalah sebagaimana penjelasan berikut.

Niwrtti Marga ialah suatu jalan atau cara yang utama untuk mewujudkan rasa bhakti ke hadapan Sang Hyang Widhi dengan wujud tekun melakukan yoga dan samadhi. sedangkan Prawrtti Marga adalah suatu jalan atau cara yang utama untuk mewujudkan rasa bhakti ke hadapan Sang Hyang Widhi dengan tekun melakukan tapa, yajna, dan kirti.

Sesungguhnya terdapat dua jalan atau cara yang utama bagi umat Hindu untuk mewujudkan rasa bhaktinya ke hadapan Sang Hyang Widhi, yaitu melalui jalan Nirwtti dan Prawrtti Marga. Di antara kedua jalan atau cara tersebut, masih ada kebebasan dan keluwesan bagi tiap umat Hindu untuk memilih dan melaksanakan. Jalan atau cara yang mana akan dilaksanakannya, tergantung dari situasi, kondisi dan kemampuan masing-masing pribadi umat yang bersangkutan.

Baca: Hidup Bermasyarakat Berdasarkan Ajaran Niwrtti Marga

Niwrtti Marga ialah suatu jalan atau cara yang utama untuk mewujudkan rasa bhakti ke hadapan Sang Hyang Widhi dengan tekun melakukan yoga dan samadhi. sedangkan Prawrtti Marga adalah suatu jalan atau cara yang utama untuk mewujudkan rasa bhakti ke hadapan Sang Hyang Widhi dengan tekun melakukan tapa, yajna, dan kirti, (Mudana dan Ngurah Dwaja, 2014:105).

Renungan Bhagavad Gita. IV. 11

"ye yathā māṁ prapadyante tāṁs tathai’va bhajāmy aham, mama vartmānuvartante manuusyāá pārtha sarvaṡaá".

Terjemahannya:

"Bagaimana pun (jalan) manusia mendekati – Ku, Aku terima, wahai Arjuna, manusia mengikuti jalan-Ku pada segala jalan".

"Nakiṣ þaṁ karmaṇā naṡat.
Bhadrād adhi ṡreyah prehi".

Terjemahannya:

"Tak seorang pun bisa mencapai Tuhan Yang Maha Esa, Yang Maha Agung melalui tindakan/perbuatan. Dia dibayangkan/divisualisasikan dengan sarana pengetahuan.
Semoga engkau lebih menyukai jalan kerohanian daripada jalan keduniawian (materialism)". (Atharvaveda XX. 92. 18 - VII. 8. 1).

Referensi

Mudana dan Ngurah Dwaja. 2014. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti. Jakarta: Kementerian             Pendidikan dan Kebudayaan.
Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti : Buku Siswa / Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan. -- Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014.vi, 190 hlm.; 25 cm
Untuk SMA/SMK Kelas XI
Kontributor Naskah  : I Nengah Mudana dan I Gusti Ngurah Dwaja.
Penelaah : I Wayan Paramartha. – I Made Sutrisna.
Penyelia Penerbitan  : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud
Cetakan Ke-1, 2014

Subscribe to receive free email updates: