Mengenal dan Manfaat Ajaran Yoga Dalam Agama Hindu

MUTIARAHINDU -- Latihan dan gerakan yoga menjadikan dan mengantarkan jasmani dan rohani umat sedharma sejahtera dan bahagia. Sepatutnya kita bersyukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa karena atas anugrahnya kita dapat mengenal dan belajar yoga. Belajar tentang yoga sangat bermanfaat untuk perkembangan jasmani dan rohani umat Hindu. 
Mengenal dan Manfaat Ajaran Yoga Dalam Agama Hindu
image: shintoppan
Mempraktikkan gerakan-gerakan yoga kebugaran jasmani dan kesegaran rohani umat dapat terwujud sebagaimana mestinya. Pengajaran pengetahuan yoga dinyatakan telah berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu dalam tradisi Hindu. Pengetahuan kuno yoga telah menguraikan kebenaran bahwa dalam keharmonisan tubuh dan pikiran terletak rahasia kesehatan. Pengetahuan ini selalu menarik dan digemari oleh setiap generasi hingga dikembangkan dalam berbagai bentuk, (Mudana dan Ngurah Dwaja, 2014:8).

Baca: Pengertian dan Hakikat Yoga menurut Agama Hindu

Yoga di samping sebagai pengetahuan rohani juga dapat memberikan latihan-latihan badan/asanas. Asanas memungkinkan memperbaiki kesehatan banyak orang dan mencapai suatu kehidupan yang bersemangat. Melalui pembelajaran yoga para siswa secara bertahap dapat belajar menjaga pikiran dan tubuh dalam keseimbangan yang tenang dalam semua keadaan, mempertahankan ketenangan dalam situasi apa pun.

Latihan-latihan asanas dapat membangun rasa percaya diri, mengatasi stres, mengembangkan konsentrasi, dan menambah kekuatan pikiran. Kekuatan pikiran adalah kunci untuk mengerti spiritual yang mendalam. Bila kita merasa sakit karena terjadi ketidakseimbangan di dalam tubuh, pikiran, atau hasil hormon yang tidak seimbang, latihan asanas dapat banyak membantu menormalisirnya.

Gerakan-gerakan ajaran yoga asanas pada tingkat yang paling dasar kebanyakan meniru gerakan binatang ketika berusaha dapat sembuh dari sakit yang dideritanya. Dapat dikatakan hampir seluruh asanas diberikan identitas sesuai nama-nama binatang.

Baca: Pengertian Astāngga Yoga dan Bagian-Bagiannya Serta Penjelasannya

Untuk dapat menetralisir ketegangan pikiran sebagai akibat bisingnya urusan keseharian yang semakin ruwet, gerakan-gerakan asanas perlu dikombinasikan dengan latihan-latihan pernafasan, konsentrasi, dan relaksasi. Dengan demikian pikiran yang ruwet dapat dikembalikan ke dalam suasana yang normal.

Setelah melalui latihan asanas secara teratur kita mampu menjadi tuan bagi tubuh kita sendiri, bebas dari gangguan sakit, awet muda, hidup santai, penuh energi, bebas dari pengaruh emosional, menjadikan hidup ini selalu siap bekerja untuk kesejahteraan umat manusia. Manfaat latihan pernapasan (yoga) menjadikan pernapasan lebih dalam dan pelan, paru-paru berkembang sampai pada kapasitas penuh. Akibatnya tubuh menerima oksigen dalam jumlah maksimal. Apabila gerakan-gerakan ajaran yoga asanas dapat dilakukan dengan benar dan tepat maka kelelahan menjadi hilang, dan orang merasa penuh tenaga dan merasa segar.

Adapun manfaat ajaran yoga dapat dilihat dalam uraian berikut ini.
  1. Sebagai tujuan hidup yang tertinggi dan terakhir dalam ajaran Hindu yaitu terwujudnya Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma.
  2. Untuk menjaga kesehatan, kebugaran jasmani dan rohani dapat dilakukan melalui praktik berbagai macam gerakan Yoga Asanas. Berikut ini dapat ditampilkan beberapa gerakan Yoga Asanas: (Mudana dan Ngurah Dwaja, 2014:9).
Jenis-jenis Yoga Asanas:

1. Padmāsana

Penjelasan: Kedua kaki diluruskan ke depan lalu tempatkan kaki kanan di atas paha kiri, kemudian kaki kiri di atas paha kanan. Kedua tangan boleh ditempatkan di lutut. 
Manfaat: Dapat menopang tubuh dalam jangka waktu yang lama, hal ini disebabkan karena tubuh mulai dapat dikendalikan oleh pikiran.

2. Siddhāsana

Penjelasan: Letakkan salah satu tumit di pantat, dan tumit yang lain di pangkal kemaluan.Kedua kaki diletakkan begitu rupa sehingga kedua ugel-ugel mengenai satu dengan yang lain.
Manfaat: Memberikan efek ketenangan pada seluruh jaringan saraf dan mengendalikan fungsi seksual.

3. Swastikāsana

Penjelasan: Kedua kaki lurus ke depan kemudian lipat kaki dan taruh dekat otot paha kanan, bengkokkan kaki kanan dan dorong telapak kaki dalam ruang antara paha dengan otot betis.
Manfaat: Menghilangkan reumatik, menghilangkan penyakitempedu dan lendir dalam keadaan sehat, membersihkan dan menguatkan urat-urat kaki dan paha.

4. Sarvangāsana

Penjelasan: Berbaring dengan punggung di atas selimut, angkat kedua kaki perlahan kemudian angkat tubuh bagian atas, pinggang, paha, dan kaki lurus ke atas. Punggung ditunjang oleh kedua tangan.
Manfaat: Memelihara kelenjar thyroid, (Mudana dan Ngurah Dwaja, 2014:10).

5. Halāsana

Penjelasan: Posisi tubuh rebah dengan telapak tangan telungkup di samping badan. Kedua kaki rapat lalu diangkat ke atas dengan posisi lurus.Tubuh jangan bengkok. Kaki dan tubuh buat siku lebar. Turunkan kedua kaki melalui muka sampai jari kaki mengenai lantai. Paha dan kaki membentuk garis lurus.
Manfaat: Menguatkan urat dan otot tulang belakang dan susunan urat-urat di sisi kanan kiri tulang punggung.

Baca: Etika Dalam Mempelajari Yoga Menurut Agama Hindu

6. Matsyāsana

Penjelasan: Rebahkan diri di atas punggung, dengan kepala diletakkan pada kedua tangan yang disalipkan.
Manfaat: Membasmi bermacam penyakit seperti asma, paru-paru, bronchitis.

7. Paschimottanāsana

Penjelasan: Duduk di lantai dengan kaki menjulur lurus, pegang jari kaki dengan tangan, tubuh dibengkokkan ke depan.
Manfaat: Membuat nafas berjalan di brahma nadi (sungsum) dan menyalakan api pencernaan, dan untuk mengurangi lemak di perut.

8. Mayurāsana (Burung Merak)

Penjelasan: Berlutut di atas lantai, jongkok di atas jari kaki, angkat tumit ke atas dengan kedua tangan berdekatan, dengan telapak tangan di atas lantai, ibu jari kedua tangan harus mengenai lantai dan harus berhadapan dengan kaki.
Manfaat: Menguatkan pencernaan, membetulkan salah pencernaan dan salah perut seperti kembung, juga murung hati dan limpa yang bekerja lemah akan baik kembali,  (Mudana dan Ngurah Dwaja, 2014:11).

9. Ardha Matsyendrāsana

Penjelasan: Letakkan tumit kiri di dekat lubang pantat dan di bawah kemaluan mengenai tempat di antara lubang  pantat dan kemaluan. Belokkan lutut kanan dan letakkan ugel-ugel kanan di pangkal paha kiri, dan kaki kanan diletakkan di atas lantai berdekatan dengan sambungan kiri, letakkan ketiak kiri di atas lutut kanan kemudian dorong sedikit ke belakang sehingga mengenai bagian belakang dari ketiak. Pegang lutut kiri dengantelapak tangan kiri perlahan punggung belokkan ke sisi dan putar sedapat mungkin ke kanan, belokkan jidat ke kanan sehingga segaris dengan pundak kanan, ayunkan tangan kananke belakang pegang paha kiri dengan tangan kanan, tulang punggung lurus.
Manfaat: Memperbaiki alat-alat pencernaan, menambah nafsu makan. Kundalini akan dibangunkan juga dan membuat candranadi mengalir tetap.

10. Salabhāsana

Penjelasan: Rebahkan diri dengan telungkup, kedua tangan di sisi badan terlentang. Tangan diletakkan di bawah perut, hirup nafas seenaknya kemudian keluarkan perlahan. Keraskan seluruh badan dan angkat kaki ke atas + 40 cm, dengan lurus sehingga paha dan perut bawah dapat terangkat juga.
Manfaat: Menguatkan otot perut, paha, dan kaki, menyembuhkan penyakit perut dan usus juga penyakit limpa dan penyakit bungkuk dapatdikurangi, (Mudana dan Ngurah Dwaja, 2014:12).

11. Bhuyanggāsana

Penjelasan: Merebahkan diri dengan telungkup, lemaskan otot, dan tenangkan hati, letakkan telapak tangan di lantai di bawah bahu dan siku, tubuh dan pusar sampai jari-jari kaki tetap di lantai. Angkat kepala dan tubuh ke atas perlahan seperti kobra ke atas, bengkokkan tulang punggung ke atas.
Manfaat: Istimewa untuk wanita, dapat memberi banyak faedah, rahim dan kantung kemih akan dikuatkan, menyembuhkan amenorhoea (datang bulan tidak cocok), dysmenorhoea (merasa sakit pada waktu datang bulan, leucorrhoea (sakit keputihan), dan macam penyakit lain di kantung kemih, indung telur dan peranakan.

12. Dhanurāsana

Penjelasan: Rebahkan diri dengan dada dan muka di bawah, kedua tangan diletakkan di sisi, kedua kaki ditekuk ke belakang, naikkan tangan ke belakang dan pegang ugel-ugel, angkat dada dan kepala ke atas, lebarkan dada, tangan dan kaki kaku dan luruskan, tahan nafas dan keluarkan nafas perlahan.
Manfaat: Menghilangkan sakit bungkuk, reumatik di kaki, lutut, dan tangan. Mengurangi kegemukan, dan melancarkan peredaran darah.

13. Gomukhāsana

Penjelasan: Tumit kaki kiri diletakan di bawah pantat kiri, kaki kanan diletakkan sedemikian rupa, sehingga lutut kanan berada di atas lutut kiri dan telapak kaki kanan ada di sebelah paha kiri berdekatan.
Manfaat: Menghilangkan reumatik di kaki, ambeen, sakit kaki dan paha, menghilangkan susah BAB (Buang Air Besar).

Baca: Sang Hyang Widhi (Tuhan) dalam Ajaran Yoga dan Contoh Praktik Sikap-sikap Yoga

14. Trikonāsana

Penjelasan: Berdiri tegak, kedua kaki terpisah, + 65 – 70 cm, kemudian luruskan tangan dengan lebar, segaris dengan pundak, tangan sejajar dengan lantai.
Manfaat: Menguatkan urat-urat tulang punggung dan alat-alat di perut, menguatkan gerak usus dan menambah nafsu makan, (Mudana dan Ngurah Dwaja, 2014:13).

15. Baddha Padmāsana

Penjelasan: Duduk dengan sikap padmasana, tumit mengenai perut, tangan kanan ke belakang memegang ibu jari kanan, begitu juga tangan kiri. Tekan janggut ke dada, lihat pada ujung hidung dan bernafas pelan-pelan.
Manfaat: Asana ini bukan untuk bermeditasi tetapi untuk  memperkuat kesehatan dan menguatkan badan. Dapat menyembuhkan lever, uluhati, usus.

16. Padahasthāsana

Penjelasan: Berdiri tegak, tangan digantung di sebelah badan, kedua tumit harus rapat tapi jari harus terpisah, angkat tangan kedua-duanya ke atas kepala. Perlahan bengkokkan badan ke bawah, jangan bengkokkan siku lalu pegang jari kaki dengan ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah.
Manfaat: Menghilangkan hawa nafsu, tamas, menghilangkan lemak.

17. Matsyendrāsana

Penjelasan: Duduk dengan kaki menjulur, letakkan kaki kiri di atas pangkal paha kanan dan letakkan tumit kaki kiri di pusar. Kaki kanan letakkan di lantai di pinggir lutut kiri. Tangan kiri melalui lutut kanan di luarnya memegang jari kaki kanan dengan ibu jari, telunjuk, dan jari tengah lalu tekankan pada lutut kanan dan kiri.
Manfaat: Menghilangkan reumatik, menguatkan prana shakti (gaya batin) dan menyembuhkan bayak penyakit.

18. Chakrāsana

Penjelasan: Berdiri dengan tangan diangkat ke atas, perlahan-lahan turunkan ke belakang dengan membengkokkan tulang punggung.
Manfaat: Melatih kegesitan, tangkas, segala pekerjaan akan dilaksanakan dengan cepat, (Mudana dan Ngurah Dwaja, 2014:14).

19.Savāsana

Penjelasan: Tidur terlentang, tangan lurus di samping badan, luruskan kaki dan tumit berdekatan. Tutup mata bernafas perlahan, lemaskan semua otot.
Manfaat: Memberikan istirahat pada badan, pikiran, dan sukma.

20. Janusirāsana

Penjelasan: Letakkan tumit kiri di antara lubang pantat dan kemaluan, dan tekanlah tempat itu. Kaki kanan menjulur dengan lurus. Pegang jari kaki kanan dengan dua tangan.
Manfaat: Menambah semangat dan menolong pencernaan. Asana ini menggiatkan surya chakra.

21. Garbhāsana

Penjelasan: Kedua tangan di antara paha dan betis, keluarkan kedua siku lalu pegang telinga kanan dengan tangan kanan dan sebaliknya.

22. Kukutāsana

Penjelasan: Lebih dulu membuat padmasana. Masukkantangan satu per satu dalam betis hingga sampai kirakiradi siku, telapak tangan diletakkan di lantai dengan jari terbuka ke depan, angkat badan ke atas salib kaki kira-kira sampai di siku.
Manfaat: Menguatkan otot-otot dada dan pundak, (Mudana dan Ngurah Dwaja, 2014:15).

Renungan Rg veda V.11. 6

"Tvām agne angiraso guhāhitam,
anvavindan sisriyānam vane vane”

Terjemahan:

"Ya Tuhan Yang Maha Esa, Dikau meliputi setiap hutan dan pohon.
Para bijaksana menyadari Dikau di dalam hati”.

Referensi


Mudana dan Ngurah Dwaja. 2014.   Jakarta: Kementerian             Pendidikan dan Kebudayaan.
Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti : Buku Siswa / Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan. -- Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014.vi, 190 hlm.; 25 cm
Untuk SMA/SMK Kelas XI
Kontributor Naskah  : I Nengah Mudana dan I Gusti Ngurah Dwaja.
Penelaah : I Wayan Paramartha. – I Made Sutrisna.
Penyelia Penerbitan  : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud


Cetakan Ke-1, 2014

Subscribe to receive free email updates: