Contoh Sifat Daivi Sampad dan Sifat Asuri Sampad dalam Kitab Bhagavadgītā

MUTIARAHINDU -- Pada pembahasan sebelumnya telah dibahas mengenai pengertian Daivi Sampad dan Asuri Sampad. Selain itu, juga dijelaskan mengenai Bhagavadgītā sebagai Veda yang kelima. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca pada link dibawah.

Baca: Mengenal Bhagavadgītā dan Sifat Daivi Sampad dan Asuri Sampad

Contoh Sifat Daivi Sampad dan Sifat Asuri Sampad dalam Kitab Bhagavadgītā
Contoh sifat Daivi Sampad dalam Kitab Bhagavadgītā

Lahir sebagai manusia bertujuan untuk melakukan karma (perbuatan). Agar mampu memperbaiki karma, perbanyaklah melakukan kebaikan dengan menumbuhkan sifat-sifat baik dalam diri. Dijelaskan dalam kitab suci Bhagavadgītā sebagai berikut.

"Tejaḥ kṣamā dhṛtiḥ śaucam, 
adroho nā ´timānitā Bhavanti 
sampadaṁ daivīm, 
abhijātasya bhārata". Bhagavadgītā, XVI. 3, (Susila, dan Sri Mulia Dewi, 2015: 31).

Terjemahan

"Cekatan, suka memaafkan, teguh Śraddhā, budi luhur, tidak iri hati, tanpa keangkuhan, semua ini adalah harta, dari dia yang dilahirkan dengan sifat-sifat devatā, wahai Arjuna", (Pudja: 2004: 372).

Sifat Dewata atau sifat Daivi Sampad adalah cermin sifat yang berbudi luhur. Membawa kedamaian dalam hati dan juga bagi semua makhluk. Jika sifat daivi menjadi landasanmu dalam bertingkah laku, kebahagiaan yang akan diperoleh.

Berdasarkan sloka di atas, perilaku yang dilandasi oleh sifat Daivi Sampad dalam Bhagavadgītā sebagai berikut.

1. Bijaksana
2. Kejujuran
3. Mempelajari kitab suci
4. Tidak menyakiti
5. Tenang
6. Tidak memfitnah
7. Kasih sayang kepada semua makhluk hidup
8. Sopan
9. Suka memaafkan 10.Budi pekerti
11. Tidak iri hati
12. Mempelajari ilmu pengetahuan

Sifat-sifat yang disebutkan di atas merupakan sifat yang dapat menciptakan keharmonisan dan ketenteraman bagi pelakunya. Orang yang selalu melandasi diri dengan menumbuhkan sifat Daivi Sampad dapat membebaskan dirinya dari lingkaran reinkarnasi, (Susila, dan Sri Mulia Dewi, 2015: 32).

Contoh sifat Asuri Sampad dalam Kitab Bhagavadgītā 

Sifat tidak baik dalam diri hendaknya dapat dikendalikan agar tercipta kedamaian dalam hati. Manusia tidak sempurna karena setiap manusia memiliki sifat daivi dan sifat asuri. Orang dalam hidupnya tidak selalu berbuat benar, tetapi terkadang memiliki perilaku salah. Kehidupan selalu memiliki 2 sisi yang berbeda, dalam agama Hindu disebut Rwa Bhineda. Dua sisi tersebut memberikan kita pilihan untuk mampu memilah-milah dengan wiweka: mana yang baik dan mana yang buruk. Kepribadian hendaknya dibentuk dengan kebaikan sehingga terbentuk budi pekerti. Adapun sifat-sifat yang perlu dihindari dalam kehidupan adalah sifat asuri. Asuri Sampad yang harus dihindari dan dikendalikan.

Dalam Bhagavadgītā, dijelaskan dengan sloka sebagai berikut.

"dambho darpo ´bhimānaś ca, 
krodhaḥ pāruṣyam eva ca, 
ajñānaṁ cābhijātasya, 
pārtha sampadam āsurīm". Bhagavadgītā XVI.4

Terjemahan

"Berpura-pura, angkuh, membanggakan diri, marah, kasar, bodoh, semuanya ini adalah keadaan mereka yang dilahirkan dengan sifat- sifat raksasa, wahai Pārtha", (Arjuna) (Pudja : 2004: 373), (Susila, dan Sri Mulia Dewi, 2015: 35).

Sifat raksasa atau sifat Asuri Sampad adalah sifat yang harus kita hindari. Sifat raksasa, hanya akan mengarahkan kita pada penderitaan. Tidak ada seorang pun yang dalam hidupnya ingin mengalami kesusahan dan penderitaan. Oleh sebab itu, jauhkan dan hindarilah sifat-sifat yang suka membanggakan diri, angkuh, bersikap kasar, cepat marah, dan lain sebagainya.

Baca: Cerita Berkaitan dengan Daivi Sampad dan Asuri Sampad (Drona di Hastinapura dan Anak Gembala)

Berdasarkan sloka di atas, perilaku yang dilandasi oleh sifat asuri sampad dalam Bhagavadgītā sebagai berikut.

1. Angkuh
2. Kasar
3. Marah
4. Membanggakan diri
5. Iri hati
6. Sombong
7. Memuji diri sendiri
8. Mabuk akan harta
9. Selalu ingin benar sendiri 10.Tidak percaya dengan Tuhan

Sifat-sifat yang disebutkan di atas merupakan sifat yang dapat menimbulkan ketidakharmonisan dan ketidaktenteraman bagi pelakunya. Orang yang selalu melandasi diri dengan menumbuhkan sifat Asuri Sampad dapat menyebabkan penderitaan dan keresahan dalam kehidupan bermasyarakat. Orang yang melakukan Asuri Sampad sehingga pelaku akan masuk neraka, (Susila, dan Sri Mulia Dewi, 2015: 36).

Referensi:

Susila, Komang dan Sri Mulia Dewi, I Gusti Ayu. 2015. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti  (kelas 3) / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2015.

Sumber: Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas III
Kontributor Naskah : Komang Susila dan I Gusti Ayu Sri Mulia Dewi
Penelaah : I Wayan Paramartha dan I Made Redana
Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.
Cetakan Ke-1, 2015


Subscribe to receive free email updates: