Mantra Memasang Bija Pada Dahi, di Bawah Tenggorokan, dan Ditelan Dalam Hindu

MUTIARAHINDU -- Setelah umat Hindu melaksanakan persembahyangan dengan melantunkan mantra Puja Tri Sandya, maka dilanjutkan dengan panca sembah, pemercikan tirta dan dan pemasangan bija. Pemasangan bija menandakan bahwa persembahyangan telah selesai. Pemasangan bija pada tiga tempat yakni di dahi, tenggorokan dan di atas langit-langit mulut atau biasa juga ditelan bermakna agar bija atau benih kedewatan yang ada dalam diri manusia bisa tumbuh seperti sifat para dewa. Ada pun mantra yang diungkapkan ketika memasang bija adalah sebagai berikut:

Mantra Memasang Bija Pada Dahi, di Bawah Tenggorokan, dan Ditelan Dalam Hindu
Image; dedipageriawan
1. Bija Untuk di Dahi Dengan Mantra

“Om Sriyam Bhavantu (Om Sanghyang Widhi Wasa, semoga kebahagian meliputih hamba)” (Dana Dan Suratnaya, 2013: 68).

2. Bija Untuk di Bawah Tenggorokan dengan Mantra

“Om Sukham Bhavantu (Oh Sanghyang Widhi Wasa, semoga kesenangan selalu hamba peroleh)”, (Dana Dan Suratnaya, 2013: 68).

3. Bija Untuk Ditelan atau di Langit-Langit Mulut Dengan Mantra

“Om Purnam Bhavantu, Om Ksama Sampurna ya Namah Svaha (Om Sanghyang Widhi Wasa, semoga kesempurnaan meliputi hamba, Oh Hyang Widhi semoga semuanya bertambah menjadi bertamba sempurna)”, (Dana Dan Suratnaya, 2013: 68).

Setelah melaksanakan pemasangan bija, maka akan ditutup dengan parama santih "Om Santi santi santi Om" yang artinya Om Sanghyang Widhi Wasa, semoga damai di hati, damai di dunia dan damai selalu.

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa “Mantra” artinya “itu yang melindungi ketika direnungkan” (Mantra Samhita, 2013 : 6). Chawdhi (2003 : 97) menjelaskan mantra adalah sebuah pola gabungan kata-kata bahasa Veda yang diindentikkan dengan dewa atau dewi tertentu. Mantra adalah sejumlah huruf, kata yang dijadikan satu.

Di dalam buku Rahasia Yantra, Mantra dan Tantra (Dr. L. R. Chawdhri, (2003 : 97) dijelaskan bahwa Mantra digunakan dalam sadhana Tantra atau berbagai ritual, diucapkan atau diulang-ulang dalam berbagai kombinasi dan konteks, yang kemudian membuat pola vibrasi tertentu. Seseorang juga dapat mencapai kesehatan yang baik, nasib baik dan kemenangan atas musuh dengan mengucapkan mantra tertentu.

Di dalam ajaran agama Hindu, mantra memiliki banyak fungsi salah satunya yakni mantra berfungsi sebagai sadhana untuk memohon perlindungan agar selalu berada dalam keadaan selamat (Mantra Samhita, 2013 : 13).

Referensi

Chawdhri, Dr. L. R. 2003. Rahasia Yantra, Mantra dan Tantra. Surabaya : Paramita.
Dana, I Nengah dan Suratnaya, Dewa K. 2013. Mantra Samhita, Himpunan Doa Hindu. Jakarta : Media Hindu
Nyoman Jelantik Oka, Ida Pedanda Gde. 2009. Sanatana Hindu Dharma. Denpasar: Widya Dharma.
Titib, I Made. 1996. Veda Sabda Suci (Pedoman Praktis Kehidupan). Surabaya: Paramita.

Subscribe to receive free email updates: