Contoh Penerapan Dasa Yama Brata (Bratha) dalam Kehidupan

MUTIARAHINDU -- Pada penjelasan sebelumnya, telah diuraikan mengenai Pengertian, Makna, Fungsi dan Bagian-bagian Dasa Yama Brata (Bratha). Selain itu juga telah dijelaskan Tujuan dan Manfaat Ajaran Dasa Yama Brata (Bratha) dalam Pembentukan Kepribadian yang Luhur. 


Contoh Penerapan Dasa Yama Brata (Bratha) dalam Kehidupan
Tirta Empul (image; ray_of_nath)
Pada pembahasan kali ini, Contoh Penerapan Dasa Yama Brata (Bratha) dalam Kehidupan, akan di uraikan dalam bentuk cerita. Ada pun cerita Contoh Penerapan Dasa Yama Brata (Bratha) dalam Kehidupan adalah sebagai berikut:

Pemburu dan Burung Sindhuka

Di sebuah puncak gunung, ada sebuah pohon besar. Di pohon itu, tinggal seekor burung istimewa bernama Sindhuka. Keistimewaan burung itu adalah, kotorannya selalu berubah menjadi emas.

Pada suatu hari, seorang pemburu datang ke tempat itu. Ketika dia mengamati burung itu buang air dan kotorannya segera menjadi selempengan emas, ia sangat takjub. “Sudah sejak kecil aku menangkap ribuan burung, namun tidak pernah melihat kotoran burung berubah menjadi emas,”kata pemburu itu dalam hati, (Mudana dan Ngurah Dwaja, 2015: 303).

Kemudian sang pemburu memasang perangkap di pohon itu. Burung yang tidak mengetahui itu tidak menghiraukannya. Sehingga terperangkap dan pemburu itu segera mengambil dan memasukkan ke dalam sangkar.


Kemudian dia berpikir dalam hati, “sekarang sebelum seseorang menemukan burung yang aneh ini dan melaporkannya kepada raja, lebih baik aku sendiri yang pergi dan memperlihatkan burung ini kepada raja.”

Si pemburu segera menghadap raja dan menuturkan semuanya tentang hal ihwal burung itu. Sang raja menjadi senang dan berkata kepada pelayan- pelayannya, “Peliharalah burung ini dengan saksama. Berikanlah dia makanan dan minuman dengan baik.”

Namun para menteri raja berkata kepadanya, “Yang  Mulia,  bagaimana  Tuan dapat mempercayai kata-kata seorang pemburu? Apakah mungkin mendapatkan emas dari kotoran seekor burung? Kami menganjurkan Tuan untuk mengeluarkannya dari sangkar itu dan melepaskannya.”

Setelah berpikir cukup lama, sang raja memperhatikan nasihat para menteri itu. Burung itupun dilepas ke alam bebas. Burung itu terbang dan bertengger di atas pintu gerbang dekat sana dan mengeluarkan tahinya yang segera menjadi emas. Burung itu berkata;

“Pada mulanya aku bodoh, kemudian pemburu, kemudian para menteri, kemudian raja. Kita semua adalah kelompok orang bodoh, (Dikutip dari Buku Panca Tantra ketiga, hal. 77 s/d 79), (Mudana dan Ngurah Dwaja, 2015: 304).

Demikianlah uraian singkat mengenai Contoh Penerapan Dasa Yama Brata (Bratha) dalam Kehidupan sebagaimana tersurat dalam beberapa susastra Hindu yang dapat dipedomani untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang; tenang, tenteram, damai, abadi, dan usia yang panjang dalam hidup berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.


Renungan Rgveda X. 107. 2

"Uccā divi dakûióāvanto asthur ye asvadāh saha te sùryeóa".

Terjemahan:

"Orang-orang yang dermawan menghuni tempat yang tinggi di alam sorga. Orang-orang yang tidak picik, yang mendermakan kuda, bertempat tinggal bersama Sang Hyang Surya".

Referensi

Ngurah Dwaja, I Gusti dan Mudana, I Nengah. 2015. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SMA/SMK Kelas XII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.

Sumber: Buku Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas XII
Kontributor Naskah : I Gusti Ngurah Dwaja dan I Nengah Mudana
Penelaah : I Made Suparta, I Made Sutresna, dan I Wayan Budi Utama Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.
Cetakan Ke-1, 2015

Subscribe to receive free email updates: