Bagian-Bagian Dasa Nyama Brata (Bratha) Dalam Ajaran Agama Hindu

MUTIARAHINDU -- Baik hati, tidak mementingkan diri sendiri, welas asih, suka menolong, dermawan diwahyukan oleh Tuhan Yang Mahaesa untuk dipedomani dan dilaksanakan oleh umat sedharma. Berbagai macam pengetahuan dan cara penyelesaian masalah dapat ditularkan kepada sesama sehingga semua masalah dapat teratasi dengan baik. 


Bagian-Bagian Dasa Nyama Brata (Bratha) Dalam Ajaran Agama Hindu
Pura Segara ulun danu (image;dewalenco)
Tentang berbagai macam bagian pengendalian diri sebagai wujud perbuatan baik, kitab Sarasamuçcaya menjelaskan sebagai berikut;

“Ànrçamsyaý kûamā satyamahinsā dama ārjawam,
pritih prasādo mādhuryam mārdawaý ca yamā daçā, (Mudana dan Ngurah Dwaja, 2015: 291).

Nyang brata ikang inaranan yama, prayate kanya nihan, sapuluh kwëhnya, ānåûangsya, kûmā, satya, ahimsā, dama, ārjawa, prtti, prasāda, mādhurya, mārdawa, nahan pratyekanya sapuluh, āåûangsya, siharimba, tan swārtha kewala, ksamā, si këlan ring panastis, satya, si tan måûāwāda, ahingsa, manukhe sarwa bhāwa; dama, si upacama wruh mituturi manahnya, ārjawa, si dugādugabënër, pritti, si göng karuna, prasāda, heningning, manah, mādhurya, manisning wulat lawan wuwus, mārdawa, pösning manah.

Terjemahan:

"Inilah brata yang disebut yama, perinciannya demikian; ānåûangsya, kûmā, satya, ahimsā, dama, ārjawa, prtti, prasāda, mādhurya, mārdawa, sepuluh banyaknya, ānåûangsya yaitu harimbawa, tidak mementingkan diri sendiri saja, kûmā, tahan akan panas dan dingin; satya, yaitu tidak berkata bohong; ahimsā, berbuat bahagianya makhluk; dama sabar serta dapat menasihati diri sendiri; ārjawa adalah tulus hati, berterus terang; prtti yaitu sangat welas asih; prasāda, kejernihan hati; mādhurya, manis pandangan (muka manis) dan manis perkataan; mārdawa, kelembutan hati" (Sarasamuçcaya. 259. hal. 195).


Menurut kitab Sarasamuçcaya yang disebut-sebut sebagai saripati dari kitab astadasaparwa buah karya sastra dari Bhagawan Wararuci, menyebutkan bahwa ajaran Dasa Yamabrata, terdiri atas:
  1. Anrsangsya yaitu harimbawa berarti tidak mementingkan diri sendiri saja;
  2. Ksmā berarti tahan akan panas dan dingin;
  3. Satya berarti tidak berkata bohong;
  4. Ahimsā berarti berbuat bahagianya makhluk;
  5. Dama berarti sabar serta dapat menasihati diri sendiri;
  6. Àrjawa berarti tulus hati, berterus terang;
  7. Prtti berarti sangat welas asih;
  8. Prasāda berarti kejernihan hati;
  9. Mādhurya berarti manis pandangan (muka manis) dan manis perkataan;
  10. Mārdawa berarti kelembutan hati, (Mudana dan Ngurah Dwaja, 2015: 292).
Kesepuluh macam bagian ajaran Dasa Yamabrata inilah yang wajib dipedomani dan dilaksanakan oleh umat sedharma dalam hidup bermasyarakat. Hal ini penting diterapkan oleh masing-masing individu masyarakat dalam keseharian karena semuanya merupakan norma kesusilaan yang bernilai utama serta yang mampu menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat sekitarnya. Masyarakat era global sangat membutuhkan ajaran Dasa Yamabrata sebagai pedoman hidup sehingga era globalisasi dapat berjalan dengan tentram, nyaman, kuat dan damai. Adalah menjadi tanggung-jawab kita bersama untuk mewujudkan semuanya itu, bila kita tidak menginginkan tatanan masyarakat menjadi tidak menentu, kacau, dan hancur.


Renungan Atharvaveda III.24.5

"Sata-hasta samā hara, sahasrahasta saý kira".

Terjemahan:

“Wahai umat manusia, perolehlah kekayaan dengan seratus tangan dan dermakanlah itu dalam kemurahan hati dengan seribu tanganmu".

Referensi

Ngurah Dwaja, I Gusti dan Mudana, I Nengah. 2015. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SMA/SMK Kelas XII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.

Sumber: Buku Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas XII
Kontributor Naskah : I Gusti Ngurah Dwaja dan I Nengah Mudana
Penelaah : I Made Suparta, I Made Sutresna, dan I Wayan Budi Utama Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.
Cetakan Ke-1, 2015

Subscribe to receive free email updates: