Pihak ANTV Minta Maaf Terkait Dugaan Penghinaan Simbol Hindu

MUTIARAHINDU -- Menindaklanjuti aspirasi masyarakat Hindu Indonesia terkait dugaan pelecehan simbol Hindu dalam sebuah tayangan tv swasta ANTV, Anggota DPD-RI, Shri Gusti Arya Wedakarna menyambangi kantor ANTV di Komplek Rasuna Epicentrum Lot 9, Jl. H.R. Rasuna Said, Karet Kuningan, Sabtu, 20 Oktober 2018.

Pihak ANTV Minta Maaf Terkait Dugaan Penghinaan Simbol Hindu
Pertemuan AWK dengan pihak ANTV (image aryawedakarna)
Dalam pertemuan tersebut, Senator Wedakarna diterima oleh Bapak Suharto, Senior Manager Regulatory & Government Affair dan jajaran. Ada pun hal yang disampaikan AWK yakni terkait klarifikasi dipakainya simbol Hindu tidak pada tempatnya yakni aksara Bali dalam tayangan serial religi.

Menanggapi hal tersebut, pihak ANTV menyampaikan minta maaf terhadap umat Hindu Indonesia terkait penggunaan simbol aksara bali dalam salah satu tayangan tvnya, sehingga merasa tidak nyaman. Menurutnya, kejadian tersebut, karena tidak tahuan semata.

"Pihak ANTV sudah menyampaikan jawaban, klarifikasi dan informasi dua arah dan melalui Anggota DPD RI menyampaikan permintaan maaf bagi umat Hindu Indonesia yg berkeberatan, segala sesuatu hanya berdasarkan ketidaktahuan semata. Bahkan sejumlah pihak termasuk Lembaga Sensor Film (LSF) sudah berkoordinasi dengan ANTV. Pertemuan berlangsung baik, kekeluargaan dan komitmen saling melengkapi. DPD RI selaku pengawas UU, akan terdepan dalam diplomasi untuk meredam masalah dimasyarakat", kata AWK.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut, pria yang menjabat sebagai President The Hindu Center of Indonesia itu, mempertayakan tentang seringnya tayangan bernuansa Hindu asal India (Seperti contoh MAHAKALI) di ANTV yang kerap berubah jam tayang yang dianggap merugikan segmentasi penonton umat Hindu Indonesia. 

AWK juga meminta agar reporter TV Berita dibawah grup VIVA yang bertugas di Bali agar lebih berpenampilan yang pro budaya Bali dan banyak mengadopsi konten budaya lokal khususnya di jam tayang (slot) konten lokal. 

Seperti diketahui sebelumnya Forum Advokasi Hindu Dharma mendesak pihak ANTV untuk segera minta maaf dan menarik siaran Film Kun Fayakun yang di duga menghina umat Hindu. Desakan tersebut muncul karena Film tersebut memvisualkan simbol Hindu sebagai hal yang identik dengan setan atau iblis.


Subscribe to receive free email updates: