Peradah DKI dan KMHDI Jakarta Gelar Seminar Temu Tokoh Nasional

MUTIARAHINDU -- Minggu1 Juli 2018, DPP Peradah DKI Jakarta dan dan KMHDI Jakarta menggelar seminar dengan tema Temu Tokoh Nasional dirangkai dengan talkshow Peran Pemuda dan Mahasiswa Dalam Mewaspadai Gerakan Radikalisme dan Terorisme di Gedung GBHN MPR RI Jakarta.

Acara dihadiri oleh tiga narasumber yakni Anggota DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III,  Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia (ICHI) Tri Handoko Seto dan Utusan Mabes Polri Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K.,M.Si.

Selain itu, hadir pula beberapa perwakilan dari pemuda agama Islam, Kristen dan beberapa perwakilan pemuda dari kampus se-Jabodetabek.

Adapun rangkain kegiatan yakni pembukaan yang dilaksanakan sekitar pukul 10.00 WIB, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa dan diskusi dari tiga narasumber yang diakhiri tanya jawab dan foto bersama.

Pembicara pertama Seto mengatakan bahwa terjadinya radikalisme karena adanya pergeseran makna radikal. Jika mengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia maka radikal adalah suatu hal yang bermakna positif.

Pergeseran tersebut terjadi karena adanya kepentingan pribadi atau kelompok yang kemudian mengatas namakan agama. Selain itu, radikalisme terjadi karena pemahaman agama yang tidak utuh.

"Jika ingin menghilangkan radikalisme maka harus ada pemahaman agama yang utuh" ujar dia.

Menurut Ketua DPP Peradah Novri, acara tersebut digelar sekaligus memperingati hari Pancasila yang jatuh pada 1 Juni kemarin. Namun mereka baru bisa menggelarnya di awal Juli.

"Seharusnya momentum menggelar acara memperingati hari Pancasila Juni ini. Berhubung ada beberapa kegiatan lain yang telah terjadwal, kami menggesernya di bulan Juli," jelas Novri kepada NusaBali, Selasa (26/6)


Subscribe to receive free email updates: