Pengertian dan Bagian-Bagian Kitab Suci Weda Sruti

MUTIARAHINDU -- Veda Secara Etimologi berasal dari Bahasa Sanskerta dari akar kata “Vid” yang berarti Mengetahui. Dari akar kata “Vid” berubah menjadi kata benda “Veda” yang artinya pengetahuan. Jadi secara sematik kata Veda mengandung arti pengetahuan suci, kebenaran, kebijaksanaa, kitab suci yang mengadung kebenaran abadi, ajaran suci, atau kitab suci bagi umat Hindu (Tim Penyusun, 1995: 26).
Kitab Sruti
Foto: Mutiarahindu.com
Maha Rsi Sayana mengatakan bahwa Veda merupakan wahyu Tuhan yang mengandung ajaran kebajikan untuk kesempurnaan umat manusia serta menghindarkannya dari perbuatan jahat. Kendati demikian dalam penulisannya Veda ditulis dengan Huruf a Panjang (a) maka kata Veda berarti kata-kata yang diucapkan dengan aturan-aturan tertentu. Jadi dalam pengertian ini Veda adalah kata-kata yang diucapkan dengan aturan-aturan tertentu, dinyanyikan atau dilagukan. Dengan demikian pengertian inilah akhirnya dipergunakan istilah Mantra (Tim Penyusun, 1995: 26).

Secara garis Besarnnya Veda dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu kelompok Sruti dan kelompok Smerti. Pada pembahasan ini kita akan focus pada Pengertian dan Bagian-Bagian Kitab Suci Weda Sruti. Untuk Kitab Suci Weda Smrti bisa di baca pada artikel dibawah.

Baca: Pengertian dan Bagian-Bagian Kitab Suci Weda Smrti

Pengertian Kitab Suci Weda Sruti

Secara etimologi Sruti (Veda Sruti) berasal dari Bahasa Sanskerta dari asal kata “Sru” yang artinya “dengar”. Jadi Veda Sruti adalah Weda yang didengar (Ngurah Nala dan Sudharta, 2009: 7).  Donder (2010: 595) menjelaskan bahwa Veda itu terdiri dari Sruti (wahyu/yang didengar) dan Smrti (tafsir/yang diingat). Yang termasuk dalam Sruti (wahyu) itu adalah Catur Veda (Rg Veda, Samaveda, Yajur Veda dan  Atrharvaveda). Sruti (wahyu) itu tidak muda dipahami tanpa bantuan dari para guru yang mapan  dan literature-literatur pendukung.

Weda Sruti dipandang sebagai otoritas tertinggi Agama Hindu yang bersifat Ketuhanan (divinily revealed text of the Weda). Sejak zaman purba Weda Sruti tersebut diteruskan secara lisan, dari generasi kegenerasi berikutnya, hanya kemudian ditulis dalam bahasa Sanskerta. Secara tradisional, Weda Sruti tersebut tidak dibaca, tetapi dinyanyikan dengan aturan-aturan tertentu mengikuti gramatika, intonasi, kapan suara meninggi dengan irama yang tepat. Hal ini akan menghasilkan kekuatan yang besar. Weda sruti adalah keramat, kata-kata dan artinya sangat erat hubungannya satu sama lain. Mereka yang mendengarkan nyanyian Weda Sruti tersebut akan membangunkan tenaga-tenaga yang gaib yang mempengaruhi jiwanya (Ngurah Nala dan Sudharta, 2009:7).
Pembagian Kitab Suci Weda Sruti

Secara garis besar Veda Sruti dibagi menjadi empat bagian besar yakni Rg Veda Samhita, Yajur Veda Samhita, Sama Veda Samhita, dan Atharva Veda Samhita. Ke-empat kitab Suci Weda Sruti tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:

1. Rg Veda Samhita 

Rg Weda Samhita dibagi menjadi tujuh bagian besar yakni (a) Kitab Sakha, (b) Kitab Brahmana, (c) Kitab Aranyaka, (d) Kitab Upanisad, (e) Kitab Kalpa, (f) Kitab Pratisakya, dan (g) Kitab Anukramani. Kitab Brahmana (bagian Rg Veda Samhita) dibagi lagi menjadi dua bagian yakni kitab Kausitaki dan kitab Actareya.

Begitu pula dengan Kitab Aranyaka dibagi juga menjadi dua yakni kitab Kausita dan Upanisad. Kemudian Kitab Upanisad juga dibagi dua yakni Kaushaki dan Upanisad. Kemudia pada Kitab Kalpa dibagi menjadi tiga yakni Raustasutra, Grhyasutra dan Dharma. Raustasutra dibagi lagi menjadi tiga bagian yakni Samkhaya, Asvalayana dan Samkhaya. Kemudian Grhyasutra dibagi dua yakni Asvalayana dan Sambavya. Dan terakhir kitan Dharma hanya dibagi satu yakni Vasistha.

Kitab Pratisakya hanya memiliki satu bagian yakni Rk. Pratisakya. Sedangkan pada Kitab Anukramani dibagi menjadi Sembilan jenis yakni Arasnukramani, Chandonu Kramani, Dewastanu Kramani, Anuvakanu Kramani, Suktanu Kramani, Rgvidananu Kramani, Brhaddevata, Rskarvanu Kramani dan Madhaviyani Kramani.

Jika dilihat dari Skema Gambar maka Rg Veda Samhita terlihat seperti beriku:

Rg Veda Samhita
Mutiarahindu.com

2. Yajur Veda Samhita 

Yajur Veda Samhita terbagi menjadi dua yakni (a) Sukla Yajur Veda dan (b) Kresna Yajur Veda. Sukla Yajur Veda terbagi lagi menjadi tujuh yakni kitab Sakha, Kitab Brahmana, kitab Aranyaka, kitab Upanisad, Kitab Kalpa, Kitab Pratisakya dan kitab Anukramani. Kitab Sakha dibagi lagi menjadi dua yakni Vajasayani dan Kanpa. Kemudian Kitab Brahmana hanya dibagi satu yakni Satapatha.

Selanjutnya Kitab Aranyaka dibagi juga menjadi dua yakni Bhradaranyaka (Talavabara) dan Jaiminiyopanisad. Selanjutnya Kitab Upanisad dibagi menjadi dua yakni Bhradaranyaka dan Isyavasya. Begitu pula dengan kitab Kalpa dibagi dua yakni Srautasutra yang terbagi lagi menjadi satu yakni Katyayana dan Grhayasutra yang terbagi juga menjadi satu yakni Paraskara.

Selanjutnya Kitab Pratisakya hanya memiliki satu bagian yakni Sukla yajuh Anukraman. Dan yang terakhir Kitab Anukramani dibagi menjadi tiga yakni Sukla yajuh, Nigama Parisista dan Yajurvidhana.

Kemudian bagian kedua dari Yajur Veda Samhita yakni Kresna Yajur Veda, dibagi juga menjadi tujuh yakni kitab Sakha, Kitab Brahmana, kitab Aranyaka, kitab Upanisad, Kitab Kalpa, Kitab Pratisakya dan kitab Anukramani.  Kitab Sakha dibagi menjadi tiga yakni Taittriya, Maitrayani dan Kattha. Kemudian kitab Brahmana hanya dibagi satu yakni Taittriya.

Selanjutnya kitab Aranyaka dibagi menjadi dua yakni Taittriya dan Maitrayani. Kitab upanisad dibagi tiga yakni Taittriya, Maitrayani dan Kattha. Kitab Kalpa hanya dibagi dua yakni Srautasutra dan Ghya Sutra. Srautasutra terbagi lagi menjadi enam yakni Baudhayana, Apastamba, Balkhanasa, Bhradvaja, Manava dan Hiranyakasi. Begitu pula dengan Ghya Sutra dibagi menjadi enam yakni Baudhayana, Apastamba, Balkhanasa, Bhradvaja, Manava dan Hiranyakasi.

Kitab Pratisakya hanya terdiri dari satu yakni Taittiriyaratisakhya. Selanjutnya kitab Anukramani dibagi menjadi dua yakni Kitab Yajuvarsarvanukramani dan Kitab Kandanu Kramani.

Yajur Veda Samhita
Foto: mutiarahindu.com


3. Sama Veda Samhita 

Sama Veda Samhita terbagi menjadi enam bagian yakni Kitab Sakha, Kitab Brahmana, Kitab Aranyaka, Kitab Upanisad, Kitab Kalpa, dan Kitab Anukramani). Kitab Sakha dibagi menjadi tiga yakni Kautumi, Jaiminiya dan Ramayaniya. Kitab Brahmana dibagi menjadi tujuh yakni Tardya (yang terbagi menjadi lima yakni Pancavimsa, Sadvimsa, Adbuta, Mantra dan Chandogya), Arseya, Vamsa, Samhitopanisad, Jaiminiyopanisad, Talavakara, dan Samavidana.

Kitab Aranyaka dibagi menjadi dua yakni Jaiminiyopanisad dan Talavakara. Kitab Upanisad juga begitu dibagi dua yakni Chandogya dan Kena. Kitab Kalpa dibagi tiga yakni Srauta (dibagi tiga yakni Masaka, Latyayana dan Drahyayana), Grhya Sutra (dibagi dua yakni Goghita dan Khadira), dan Dharma Sutra (terbagi satu yakni Gautama). Kitab Terakhir dari Sama Veda Samhita yakni Anukramani hanya terbagi satu yakni Samavidhana.
Sama Veda Samhita
Foto: Mutiarahindu.com

4. Atharva Veda Samhita 

Atharva Veda Samhita dibagi menjadi enam yakni Kitab Sakta, Kitab Brahmana, Kitab Upanisad, Kitab Kalpa, Kitab Pratisakhya, dan Kitab Anukmanikramani. Kitab Sakha dibagi dua yakni Sunaka dan Paippalada. Kitab Brahmana hanya terbagi satu yakni Ghopatha. Sedangkan Kitab Upanisad dibagi tiga yakni Prasna, Manduka dan Mandhukhya.

Kitab Kalpa dibagi dua yakni Srauta Sutra (terbagi satu yakni Valtana), dan Grhya Sutra (terbagi juga menjadi satu yakni Kausika).  Selajutnya Kitab Pratisakhya hanya terdiri satu yakni Atharva Pratisakhya. Sedangkan Kitab Anukmanikramani terbagi dua yakni Brhatsarvanu Karmani dan Atharvavudana.
Atharva Veda Samhita
Foto: Mutiarahindu.com

Demikianlah pembagian Veda Sruti diatas. Yang Perlu kita ketahui bahwa keempat Veda Sruti diatas yakni Rg Veda Samhita, Yajur Veda Samhita, Sama Veda Samhita, dan Atharva Veda Samhita, masing-masing memiliki (a) Kitab Sakha, (b) Kitab Brahmana, (c) Kitab Aranyaka, (d) Kitab Upanisad, (e) Kitab Kalpa, (f) Kitab Pratisakya, dan (g) Kitab Anukramani. 

Contohnya misalnya Rg Veda memiliki kitab Brahmana, maka di Yajur Veda juga memiliki kitab Brahmana. Demikian juga dengan yang lainnya memiliki kitab Brahmana sendiri-sendiri. Untuk lebih jelasnya perhatikan Gambar diatas.

Referensi

Tim Penyusun. 1995. Buku Pedoma Dosen Agama Hindu; Hasil Rumusan Penyusunan Pedoman Pendidikan Agama Hindu Diperguruan Tinggi Umum 1995/1996. Jakarta: Departemen Agama RI.
Ngurah Nala, I Gusti dan Sudharta, Tjkorda Rai. 2009. Sanatana Hindu Dharma Ida Pedanda Gde Nyoman Jelantik Oka. Denpasar: Widya Dharma.
Kodefikasi Veda Oleh Drs. I Wayan Budha. M.Pd., Direktur Urusan Bimas Hindu berupa Skema Gambar.
Donder, I Ketut. 2010. Teologi: Memasuki Gerbang Ilmu Pengetahuan Ilmiah tentang Tuhan Paradigma Sanatana Dharma. Surabaya: Paramita.

Subscribe to receive free email updates: